Ads 468x60px

Labels

Jumat, 21 Juni 2013

Kurikulum Baru Masih Belum Siap

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kurikulum baru yang nanti akan diimplementasikan tahun ajaran baru nanti dinilai masih belum siap. Kalo secara konsep memang banyak keunggulan, akan tetapi secara implementasi banyak persoalan.
Apalagi jika didalamnya banyak terjadi muatan politis.
Hal itu disampaikan ketua PB PGRI, Dr Sulistyo MPd dalam Seminar Nasional bertajuk "Tafsir Kurikulum Baru Pendidikan Bermutu bersama Habiburrahman Al-Shirazy", yang digelar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo, Jum'at (21/6) di Aula II kampus 3 IAIN.
"Padahal inti dari kurikulum adalah kesiapan guru dalam mengimplementasikannya. Yang menjadi persoalan lagi bagaimana caranya mengajarkan materi IPA dan IPS pada mata pelajaran Bahasa Indonesia," tandasnya mantan rektor IKIP PGRI Semarang tersebut.
Menurutnya, memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dengan memperbaiki dan meningkatkan kualitas  guru, jadi bagi saya tidak perlu merubah kurikulum, yang terpenting meningkatkan kualitas guru masa depan serta memberi kelayakan gaji bagi yang guru kontrak dan honorer.
Sementara itu habiburrahman El-Shirazy mengatakan, pendidikan karakter sangat penting dalam pendidikan. Pendidikan karakter ini sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW dengan teladan kemuliaan akhlaknya.

Seminar dibuka Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr Sujai MAg. Serta dihadiri kepala sekolah dan guru dari RA, SD, SMP, SMA sederajat di Semarang.

Rabu, 05 Juni 2013

Mahasiswa Biologi Bagikan 200 Bibit Pohon


SEMARANG, suaramerdeka.com - Memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2013, sekitar 70 mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi se-Indonesia menggelar aksi simpatik dengan membagikan 200 bibit pohon kepada masyarakat yang melintas di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (5/6). Mereka membagikan bibit tiga jenis pohon yakni mahoni, jati dan sengon.
image
Abdul Halim koordinator aksi mengatakan, dipilihnya tiga pohon tersebut selain karena pohon tersebut mudah ditanam di iklim tropis seperti di Indonesia, juga karena memiliki umur yang panjang. "Selain itu juga pohon jati dan mahoni lebih bagus menyerap CO2 atau karbondioksida," kata dia.
"Harapan kami dengan adanya aksi ini baik masyarakat maupun Pemerintah selaku pemangku kebijakan bisa mempunyai kesadaran global akan kebutuhan dan tidakan terhadap lingkungan yang positif seperti contoh paling kecil adalah membuang sampah pada tempatnya," imbuh dia.
Aksi tersebut diikuti oleh perwakilan Mahasiswa Jurusan Biologi dari berbagai kampus di Indonesia seperti IAIN Walisongo Semarang, Unnes, IKIP PGRI Semarang, Universitas Islam Riau, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Negeri Malang, UIN Makasar, UIN Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lainnya.
Aksi yang dipusatkan di jalan Lampu merah depan Markas Polda Jawa Tengah tersebut disambut antusias warga pengguna jalan.
Muhammad Husni Misalnya, Pengendara Motor yang juga warga asal jepara tersebut mengaku bersyukur masih ada yang peduli dengan lingkungan hidup. "Alhamdulillah dizaman seperti ini masih ada yang masih peduli dengan lingkungan," ujarnya.
Sebelumnya mereka melakukan orasi di depan kantor DPRD Jawa Tengah, menuntut pemerintah menindak tegas pemusnahan dan pemburuan liar oleh perseorangan dan instansi yang menjual belikan satwa  liar yang telah dilindungi undang-undang.
"Tunjukan dan realisasikan apa yang menjadi visi misi pemerintah yang berkaitan dengan persoalan stabilitas lingkungan," kata salah seorang mahasiswa.
Mereka juga membentangkan poster berisi ajakan menjaga dan melestarikan lingkungan, di antaranya "stop bio piracy", "save our genetic material", "mari bangun kesadaran menjaga lingkungan", dan "turunkan pemerintah yang tidak sadar lingkungan" dan lainya

Kamis, 16 Mei 2013

FOTOSINTESIS TUMBUHAN C 3, C 4 DAN CAM



Berdasarkan cara fotosintesisnya tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan C 3, tumbuhan C 4 dan tumbuhan CAM. Uraian ringkasnya dapat anda simak berikut ini :




















Rabu, 15 Mei 2013

IAIN Walisongo Akan Berikan Gelar Doktor HC Pada Dahlan Iskan


SEMARANG - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang berencana memberikan gelar Doctor Honoris Causa (HC) kepada menteri BUMN Dahlan Iskan. Hal itu disampaikan oleh Rektor IAIN Walisongo Semarang Prof Dr H Muhibbin M Ag di acara kuliah umum Kewirausahaan di Gedung Auditorium Kampus 3 IAIN Walisongo.
Menurutnya, rencana diberikannya gelar tersebut masih dalam pembahasan, dan akan diberikan dalam waktu dekat ini. Dahlan dinilai sudah banyak memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara dengan melakukan terobosan-terobosan melalui lembaga yang telah dipimpinnya.
"Kami memang berencana ingin memberikan Gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan, karena beliau telah banyak melakukan terobosan dalam menyelesaikan persoalan bangsa," kata Muhibin dalam sambutannya.
"Kalau sudah mendapat gelar Doctor HC dari IAIN Walisongo kan beliau berarti sudah bukan lagi ‘Jebolan’ IAIN, tetapi sudah betul-betul menjadi alumni IAIN," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor IAIN tersebut juga berharap dengan hadirnya Dahlan Iskan bisa membawakan angin segar terhadap kampus Islami tersebut. Pasalnya, sejak tahun 2012 lalu IAIN walisongo telah serius ingin mengubah namanya menjadi Universitas Islam Negeri.
"Alhamdulillah setiap kali kedatangan tamu-tamu penting selalu ada keberkahan yang datang di kampus ini, ya harapannya dengan datangnya pak Dahlan juga bisa mendatangkan berkah termasuk rencana perubahan dari IAIN menjadi UIN," katanya. 

Dahlan Tularkan Kecintaan Berbisnis pada Mahasiswa


image 
SEMARANG,  -Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan kuliah Umum kewirausahaan di IAIN Walisongo Semarang, Rabu (15/5) di Auditorium Kampus 3 IAIN Walisongo.
Dalam kuliah umum bertema "Membangkitkan Jiwa Wirausaha di Era global" tersebut, Dahlan Iskan mengajak para mahasiswa untuk berwirausaha. Menurut dahlan Ekonomi Indonesia akan maju sepuluh atau dua puluh tahun ke depan.
"Dulu orang tidak percaya pendapatan perkapita masyarakat indonesia akan naik 3000 US dolar seperti sekarang,dan sekarang kita tidak tau sepuluh tahun kedepan bisa jadi naik sampai 10.000 US dolar dan tiu artinya Indonesia akan menjadi negara maju," katanya.
Mantan Direktur PLN tersebut juga sempat berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Dia memanggil 13 mahasiswa yang sudah memulai wirausaha kedepan panggung untuk menceritakan seputar bisnisnya.
"Dari 13 orang tidak satu pun yang bisnisnya tidak sama, itu artinya betapa luasnya bidang bisnis itu, tidak terbatas. Kemudian dari 13 mahasiswa ini hanya dua yang orang tuanya pebisnis," katanya.
Menurutnya, bisnis itu tidak harus darah bisnis dan untuk memulai bisnis juga tidak harus lulus kuliah, tidak terbatas usia, dan bisnis tidak harus punya modal besar.
"Saya percaya bisnis bisa ditularkan tetapi tidak diturunkan. saya yakin Mahasiswa ini bisa, karena Proses penularan ini penting syaratnya masing masing saling menular. Inilah yang akan menguasai ekonomi Indonesia, karena mereka sudah siap untuk meraih kue ekonomi tersebut," lanjut Dahlan memotivasi mahasiswa.
 
Dahlan menambahkan Lebih baik melakukan sesuatu yang kecil tetapi sudah tau apa yang akan dilakukan daripada berencana melakukan sesuatu yang besar tetapi tidak tau apa yang nanti akan dilakukan.
"Bisnis itu, pilih salah satu, tekuni, kalau sudah sukses baru cari yang lain. Itu adalah tauhid perusahaan, karena inti dari tauhid adalah mengesakan atau fokus. kalau tidak fokus berarti tidak mengesakan dan itu berarti musyrik, namanya musyrik perusahaan," jelas dahlan yang Langsung disambut tawa dan riuh tepuk tangan hadirin. 
 
Kuliah Umum tersebut disambut antusias. Ribuan mahasiswa memenuhi auditorium kampus 3 IAIN Walisongo.