Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 21 September 2013

IAIN Walisongo Rangking 4 PTAIN Terbaik TeSCA 2013

Semarang - IAIN Walisongo meraih peringkat 4 perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) terbaik pemeringkatan perguruan tinggi yang telah mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT (Information and Communication Tecnology) oleh Telkom Smart Campus Award (TeSCA) Smartest Campus 2013.
Empat PTAIN yang menempati urutan TeSCA, pertama yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menempati rangking 25 indeks 3900, peringkat kedua UIN Sunan Kalijaga meraih rangking 29 dengan indeks 3796, ketiga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta rangking 50 dengan indeks 3.288. keempat IAIN Walisongo dengan rangking 88 dengan indeks 2.822.
IAIN Walisongo meraih rangking 88 dengan indeks 2822 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. IAIN berada dibawah Universitas Dharma Persada di peringkat 87. Hal itu bisa dibuktikan di website http://tescaindonesia.org.
Kepala Sub Bagian Humas, M Sirojuddin Munir mengatakan, pada tahun 2013 ini tim ICT IAIN sudah mengalami peningkatan. Peringkat ini berkat kerjasama semua tim ICT IAIN Walisongo. “bandwith di IAIN Walisongo sekarang sudah mencapai 105 Mbs. Kami berharap semua layanan dan kegiatan kampus harus berbasis ICT. Pada tahun 2014 rangking IAIN Walisongo diharapkan  semakin meningkat. Karena tenaga ICT dengan pusat informasi dan teknologi di IAIN bekerja secara maksimal,” tandasnya.
Munir mengharapkan, kedepan semua lini di IAIN Walisongo diusahakan memprioritaskan pada pengembangan teknologi dan informasi. Semua hasil karya dosen maupun mahasiswa baik berupa artikel atau jurnal diharapkan bisa dibuatkan jurnal online. “Dan semua fakultas harus mengutamakan ICT dalam kegiatan belajar mengajar,”.

Kamis, 05 September 2013

2.506 Maba Ikuti Pembukaan OPAK 2013

Semarang – 2.506 mahasiswa baru (Maba) mengikuti pembukaan orientasi pengenalan akademik dan kemahasiswaan (OPAK) 2013 pada Senin, (26/8) di Auditorium II Kampus III IAIN Walisongo Semarang.
OPAK tahun ini mengusung tema “Reinvensi Nalar Intelektual Pembebas Merawat dan Meruat Gerakan Mahasiswa Yang Berwawasan Kritis-Revolusioner” di handel sekitar 200 panitia dari DEMA dan SEMA IAIN Walisongo.
Kegiatan dibuka oleh Dr Musahadi Wakil Rektor I IAIN Walisongo Semarang.  Serta didampingi oleh Dr Ruswan Wakil Rektor  II, Dr Darori Amin, Wakil Rektor III, serta para Dekan Fakultas dan Wakil Dekan Fakultas yang ada di IAIN serta Pegawai Kemahasiswa IAIN Walisongo Semarang.
Musahadi menghimbau kepada Maba, agar mereka menjadi generasi yang lebih baik lagi. Generasi yang dapat membekali diri, guna mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.
Generasi muda sekarang harus bisa menjadi Agen of change. Generasi yang menjadi sumber solusi dan perubahan bukan justru menjadi sumber masalah. Maka dari itu, bersungguh-sungguhlah menunut ilmu dan tak lupa diiringi juga kecerdasan akhlak yang baik pula,” tegasnya sambil dihujani tepuk tangan mahasiswa.
Dia menambahkan, sebagai mahasiswa harus memegang teguh tri etika kampus sebagai landasan pembentukan karakter dan moral mahasiswa. “Mahasiswa IAIN harus pinter dan bener, tidak pinter saja tapi tidak bener,” tambahnya.
Ia juga meminta kepada maba agar semangat dalam belajar dimana pun berada baik di dalam kampus maupun luar kampus. “Semoga maba tahun ini harus bisa lebih maju dari pada mahasiswa sebelumnya,” harapannya.
Untuk memancing semangat maba dalam menuntut ilmu, Musahadi memberikan beberapa contoh Dosen teladan IAIN Walisongo Semarang. Ia menceritakan ada sebagian Dosen IAIN  yang keluar masuk luar negeri, untuk melakukan riset dan menuntut ilmu disana yang kemudian ditularkan kepada anak didik mereka sepulang dari luar Negri.
Ketua panitia pelaksana Munadzif mengatakan, pelaksanaan OPAK tahun ini merupakan yang terbesar di kampus IAIN Walisongo Semarang.
Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) itu juga menambahkan semoga dengan banyaknya Maba yang nantinya belajar di IAIN bisa membawa nama harum IAIN Walisongo. “Lagi-lagi bisa menjadi penerus generasi bagi bangsa ini,” harapannya. (Shodiqin)

Teliti Liana, Lianah Dosen biologi FITK Raih Doktor

Semarang - Meneliti Tanaman Merambat (Liana) Walikadap (Tetrastigmaglabratum) InangRaflesia, Lianah Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo Semarang meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan Hidup di UNDIP.
Perempuan yang mengawali karier dari seorang guru SMP ini pun diuji pakar dan guru besar ilmu lingkungan atas disertasinya yang berjudul Kajian Implikasi Lingkungan Pemanfaatan Tumbuhan Walikadep (Tetrastigma Glabratum Blume Planch)Untuk Bahan Obat Tradisional.
Tim penguji terdiri atas Prof Dr dr Anies M Kes PKK, Prof Dr Ir Purwanto DEA (sekretaris), Prof Dr Sri Mulyani ESM Pd (penguji eksternal), dan Dr Drs Jafron W Hidayat MSc (penguji), Prof Dr Ir Sutrisno Anggoro MS (promotor), Dr Henna Rya Sunoko MES (kopromotor), dan Dr Munifatul Izzati MSc (kopromotor).
Tumbuhan wali­kadep (Tetrastigma glabratum) mulai langka bahkan nyaris punah. Pe­manfaatan pohon untuk antitoksin tanpa upaya pelestarian membuat pohon itu semakin sulit dijumpai.
Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, Lianah, mengaku berjuang keras menemukan dan merawat pohon itu sekaligus melaksanakan penelitian panjang demi menghindari kepunahan tumbuhan tersebut.
"Penelitian itu akhirnya ditulis menjadi bahan disertasi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan di Undip. Selain bisa membantu penyelamatan tumbuhan langka, saya juga berhasil menyelesaikan studi S-3," kata dia sehabis menjalani ujian promosi doktor di Gedung Pascasarjana Undip, akhir pekan lalu.
Penelitian mengenai walikadep dilakukan di Desa Blumah, Keca­mat­an Plantungan, Kendal yang berlokasi di lereng Gunung Prau wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara.
Dijadikan Obat
Penelitian menemukan, walikadep telah lama dimanfaatkan penduduk Desa Blumah sebagai obat tradisonal atau jamu. Lebih dari 10% penduduk dari 448 keluarga memanfaatkan ke­manjurannya untuk menyembuhkan batuk, cacingan, dan meningkatkan naf­su makan anak-anak. Setiap orang yang sakit diberi air walikadep akan kembali segar.
Penelitian dari Nery Sofiaoti (2000) menyimpulkan, tetrastigma sp adalah se­jenis tanaman inang tumbuhan Raflesia mengandung kafein dan nikotin. "Persoalan muncul ketika pemanfaatan tanaman itu tak disertai upaya pelestarian yang membuatnya semakin langka. Tanpa upaya penyelamatan bisa-bisa tanaman langka tersebut punah," tutur istri Arief Kuswanto itu.
Penyelamatan pohon langka ber­lanjut termasuk upaya penang­karan benih supaya pohon bisa ditanam di banyak tempat. Dia pun menyarankan supaya masyarakat bisa melestarikan pohon itu melalui pembuatan peraturan desa (perdes). 

Rabu, 31 Juli 2013

pengumuman her regristrasi mahasiswa


PT Indosat Akan Beri Beasiswa Mahasiswa IAIN

Semarang - PT Indosat tbk akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu IAIN Walisongo dan pelatihan training admin network kepada tim IT yang ada di IAIN Walisongo Semarang.
Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi akan kami tindak lanjuti sesuai kapasitas yang akan Indosat berikan,” papar Direktur IE Indosat Jakarta, Fahri Santoso. Fahri didampingi Kepala Regional Sells Hary Sukmono, kepala Indosat Jateng Wasis Ari.
Fahri mengatakan, kami dari Indosat memiliki program CSR di bidang pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan kami wujudkan dengan beasiswa.
Beasiswa yang kami berikan sebagai ungkapan terima kasih kepada IAIN yang sudah menggunakan layanan product corporate maupun seluler dari Indosat. Training admin network itu nanti juga kami lakukan sebagai peningkatan layanan dan bukti kerjasama PT Indosat dengan IAIN Walisongo Semarang, Senin (29/7).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr H M Darori Amin mengharapkan adanya support dari Indosat, karena beasiswa nanti sangat bermanfaat begi mahasiswa. Beasiswa yang diberikan Indosat nanti akan kami salurkan kepada yang berhak menerimanya. “Kami sudah menerima banyak beasiswa, diantaranya dari PT Djarum, PT Sidomuncul, Bank Indonesia, PT Gudang Garam, dan yang lainnya,” tandasnya.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Dr H Ruswan menyampaikan terima kasih banyak kepada Indosat. “Berkat kerjasama dengan Indosat IT dan akses internet di IAIN semakin berkembang. IT di IAIN sekarang memiliki kecepatan 105 Mbs dari semula hanya 19 Mbs,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelas ribu mahasiswa IAIN sekarang sudah dipermudah dengan akses yang lebih cepat. Sehingga mereka mudah dalam mencari tugas lewat internet. “Karena pendidikan dan pembelejaran sudah berbasis IT,” jelasnya.

Kamis, 18 Juli 2013

Petidam Thailand Kirim Mahasiswa ke IAIN Walisongo

SEMARANG, IAIN Walisongo Semarang menjalin kerja sama dengan Pengajian Tinggi Islam Daarul Maarif (Petidam) Patani Selatan Thailand. Dalam kerja sama tersebut Petidam mengirim 11 mahasiswa untuk belajar Agama Islam di IAIN Walisongo, Rabu (17/7).
Jalinan kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak di ruang sidang rektorat kampus setempat. Adapun, hal itu dilakukan oleh Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Muhibbin Noor dengan Ketua Petidam, H Muhammad bin Abdurrahman BA, dan didampingi Kepala Bagian Kerjasama dan Kelembagaan IAIN Walisongo, Drs H Sholih MAg serta Wakil Rektor III, Dr H M Darori Amin.
Ketua Petidam, H Muhammad bin Abdurrahman BA mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas pendidikan. "Disamping itu kami juga hendak membina hubungan antar kelembagaan," ungkapnya.
Bersamaan pelaksanaan MoU, Petidam juga hendak  mengirimkan 11 siswa dari Thailand untuk kuliah di IAIN Walisongo.
Rektor IAIN Walisongo, Prof Dr Muhibbin Noor menyampaikan, pihaknya akan memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa Petidam tersebut. "Mereka (mahasiswa Thailand,red) dapat belajar Ilmu Agama Islam tanpa biaya. Harapan kami, semoga beasiswa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan mengajarkan mereka tentang Islam yang damai dan toleran," katanya.
Disamping itu, lanjut dia, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif demi kemajuan kedua lembaga.