Jumat, 22 Maret 2013
Rabu, 20 Maret 2013
KARTILAGO
Kartilago
dicirikan oleh suatu matriks ekstraseluler yang kaya akan glikosaminoglikan dan
proteoglikan. Merupakan jaringan ikat khusus dimana matriks ekstraselnya
berkonsistensi padat, sehingga kartilago ini memiliki daya kenyal yang
memungkinkan jaringan ini menahan stres mekanik tanpa mengalami distorsi.
Fungsi kartilago yang lain ialah menunjang jaringan lunak. Karena permukaannya
licin dan berdaya kenyal, maka kartilago merupakan daerah peredam guncangan dan
permukaan gesekan bagi sendi.
Kartilago
terdiri atas : kondroblas, kondrosit, substansi interseluler, dan perikondrium.
Kalsifikasi berdasarkan jumlah matriks amorf dan jumlah serabut
kolagen terbagi menjadi 3:
I. KARTILAGO
HYALIN
Kartilago
hyalin segar berwarna putih kebiruan dan translusen. Pada embrio berfungsi
sebagai kerangka sementara hingga secara berangsur-ahgsur hilang diganti dengan
tulang. Sedangkan pada mamalia dewasa , kartilago hyalin terdapat di permukaan
sendi pada sendi yang dapat bergerak, dinding jalan nafas yang lebih besar
(hidung,laring,trakea,bronki), dan ujung ventral iga, tempat berartikulasi
dengan sternum, dan pada lempeng epifise.
Matriks
Komponen penting dari matriks kartilago adalah kondronektin,sebuah makromolekul yang membantu perlekatan kondrosit pada kolagen matriks. Matriks kartilago yang tepat ,mengelilingi setiap kondrosit banyak mengandung glikosaminoglikan dan sedikit kolagen.
Komponen penting dari matriks kartilago adalah kondronektin,sebuah makromolekul yang membantu perlekatan kondrosit pada kolagen matriks. Matriks kartilago yang tepat ,mengelilingi setiap kondrosit banyak mengandung glikosaminoglikan dan sedikit kolagen.
Perikondrium
Kecuali pada kartilago sendi,semua kartilago hyalin ditutupi oleh selapis jaringan ikat padat,perikondrium, yang esensial bagi pertumbuhan dan pemeliharaan tulang rawan.
Terdiri dari dua lapisan : lapisan fibrosa dan lapisan khondrogenik
Kecuali pada kartilago sendi,semua kartilago hyalin ditutupi oleh selapis jaringan ikat padat,perikondrium, yang esensial bagi pertumbuhan dan pemeliharaan tulang rawan.
Terdiri dari dua lapisan : lapisan fibrosa dan lapisan khondrogenik
Kondrocyt
Pada tepian kartilago hyalin, kondrosit muda berbentuk lonjong, dengan sumbu panjang paralel dengan permukaan. Lebih ke dalam bentuknya bulat, dan dapat berkelompok hingga 8 sel, kesemuanya adalah hasil dari pembelahan mitosis dari kondrosit. Kelompok demikian disebut dengan kelompok isogen.
Pada tepian kartilago hyalin, kondrosit muda berbentuk lonjong, dengan sumbu panjang paralel dengan permukaan. Lebih ke dalam bentuknya bulat, dan dapat berkelompok hingga 8 sel, kesemuanya adalah hasil dari pembelahan mitosis dari kondrosit. Kelompok demikian disebut dengan kelompok isogen.
II. KARTILAGO
ELASTIS
Kartilago elastis terdapat pada aurikula telinga,dinding meatus
auditiva eksterna, tuba auditiva (eustachii), epiglotis dan sebagian kerangka
larynx. Kartilago elastis segar berwarna kekuningan disebabkan oleh adanya
elastin dalam serat-serat elastin. Strukturnya sama dengan kartilago hyalin.
III.
KARTILAGO FIBROSA
Merupakan peralihan dari kartilago hyalin ke jaringan pengikat.
Ditemukan pada diskus invertebrate, kartilago artikularis, symfisis osseum
pubis. Struktur kartilago fibrosa terdiri dari serabut kolagen menutupi matriks
( sebagai anyaman padat ).
MARS IKAHIMBI
Adil berfikir ikhlas dalam berkarya
Baktikan diri hidupmu
Kembangkan daya sucikan hati
Demi jaya biologi
Puncak gunung menjulang pada lembah
Hidup pada kehidupan
Cakrawala lautan dan samudra
Selami lautan ilmu
**
Tegakkan sikap mengemban tanggung jawab
Lestarikan alam raya
Satukan tekad dalam satu cita
Satukan beda dalam satu cinta
Makmurkan bumi Indonesia
Mahasiswa Biologi Indonesia
Lebur dalam rahasia ilmu
Mahasiswa Biologi Indonesia
Mengemban amanah sang pencipta
Kembali ke **
Satukan tekad dalam satu cita
Satukan beda dalam satu cinta
Makmurkan bumi Indonesia
Mahasiswa Biologi Indonesia
Adil berpikir ikhlas berkarya
Baktikan diri hidupmu
Kembangkan daya sucikan hati
Demi jaya biologi
Puncak gunung menjulang pada lembah
Hidup pada kehidupan
Cakrawala lautan dan samudra
Selami lautan ilmu
**
Tegakkan sikap mengemban tanggung jawab
Lestarikan alam raya
Satukan tekad dalam satu cita
Satukan beda dalam satu cinta
Makmurkan bumi Indonesia
Mahasiswa Biologi Indonesia
Lebur dalam rahasia ilmu
Mahasiswa Biologi Indonesia
Mengemban amanah sang pencipta
Kembali ke **
Satukan tekad dalam satu cita
Satukan beda dalam satu cinta
Makmurkan bumi Indonesia
Mahasiswa Biologi Indonesia
Adil berpikir ikhlas berkarya
genetika
Persilangan monohibrida adalah
persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda.
Percobaan ini akan diujikan pada lalat Drosophila dengan maksud untuk
membuktikan Hukum Mendel I. Pada kasus dominant penuh, keturunan yang didapat
pada F2 akan menunjukkan perbandingan fenotip dominan dan resesif 3
: 1 atau perbandingan genotip 1 : 2 : 1. Analisa dengan uji X2 hanya
dilakukan untuk perbandingan fenotipnya. Persilangan ini bersifat resiprokal,
artinya penggunaan individu jantan dan betina dengan satu tanda beda tertentu
dapat sesuka hati tanpa ada pengaruhnya dalam rasio fenotip generasi kedua (F2).
Persilangan
dihibrida merupakan perkawinan dua individu dengan dua tanda beda. Persilangan
ini dapat membuktikan kebenaran Hukum Mendel II yaitu bahwa gen-gen yang
terletak pada kromosom yang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan
dihasilkan empat macam fenotip dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1. kenyataannya,
seringkali terjadi penyimpangan atau hasil yang jauh dari harapan yang mungkin
disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya interaksi gen, adanya gen yang
bersifat homozigot letal dan sebagainya.
Masalah penurunan sifat atau
hereditas mendapat perhatian banyak peneliti. Peneliti yang paling popular
adalah Gregor Johann Mendel yang lahir tahun 1822 di Cekoslovakia. Pada
tahun 1842, Mendel mulai mengadakan penelitian dan meletakkan dasar-dasar
hereditas. Ilmuwan dan biarawan ini menemukan prinsip-prinsip dasar pewarisan
melalui percobaan yang dikendalikan dengan cermat dalam pembiakan silang.
Penelitian-penelitian Mendel menghasilkan hukum Mendel I dan hukum Mendel II.
Mendel melakukan persilangan
monohibrid atau persilangan satu sifat beda, dengan tujuan mengetahui pola
pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya. Persilangan ini untuk
membuktikan hukum Mendel I yang menyatakan bahwa pasangan alel pada proses
pembentukkan sel gamet dapat memisah secara bebas. Hukum Mendel I disebut juga
dengan hukum segregasi.
Mendel melanjutkan persilangan
dengan menyilangkan tanaman dengan dua sifat beda, misalnya warna bunga dan
ukuran tanaman. Persilangan dihibrid juga merupakan bukti berlakunya hukum
Mendel II berupa pengelompokkan gen secara bebas saat pembentukkan gamet.
Persilangan dengan dua sifat beda yang lain juga memiliki perbandingan fenotip
F2 sama, yaitu 9 : 3 : 3 : 1. Berdasarkan penjelasan pada
persilangan monohibrid dan dihibrid tampak adanya hubungan antara jumlah sifat
beda, macam gamet, genotip, dan fenotip beserta perbandingannya.
Persilangan monohibrid yang
menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2, yaitu 1 : 2 : 1
merupakan bukti berlakunya hukum Mendel I yang dikenal dengan nama Hukum
Pemisahan Gen yang Sealel (The Law of Segregation of Allelic Genes).
Sedangkan persilangan dihibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan
F2, yaitu 9 : 3 : 3 : 1 merupakan bukti berlakunya Hukum Mendel II
yang disebut Hukum Pengelompokkan Gen secara Bebas (The Law Independent
Assortment of Genes). Dengan mengikuti secara saksama hasil percobaan
Mendel, baik pada persilangan monohibrid maupun dihibrid maka secara sederhana
dapat kita simpulkan bahwa gen itu diwariskan dari induk atau orang tua kepada
keturunannya melalui gamet.
Hati-hati Menggunakan Kapur Barus
Suasana yang nyaman, lingkungan yang bersih dan rapih, serta bebas dari kotoran, bau tidak sedap dan kuman, tentunya adalah suatu gambaran yang ideal mengenai lingkungan tempat tinggal, terutama rumah kita masing-masing. Untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih telah diciptakan berbagai jenis produk kesehatan rumah tangga yang dapat membantu kita dalam menciptakan suasana bersih dan nyaman, higienis dan sehat tersebut. Salah satu dari berbagai jenis produk kesehatan rumah tangga itu adalah kapur barus. Tentunya kita sudah sangat kenal dengan istilah “kapur barus”, benda ini sangat luas digunakan di rumah tangga sebagai anti ngengat, nama lainnya adalah naftalen, kamper, dan beberapa istilah lainnya. Kapur barus dapat dengan mudah kita temukan diberbagai sudut ruangan yang lembab, di kamar mandi, di gudang penyimpanan barang, di lemari pakaian dan bahkan di rak buku. Di pasaran terdapat racun ngengat dalam berrbagai bentuk dan ukuran, baik dalam bentuk butiran hingga seukuran bola pingpong, dan tersedia dalam berbagai warna atau berwana putih bersih. sehingga seringkali dianggap sebagai permen oleh sebagian anak-anak tanpa mengetahui bahwa benda tersebut adalah racun, oleh karena itu hendaklah berhati-hati ketika menggunakannya. Letakkanlah di tempat yang terlindung dan tidak mudah dilihat atau dijangkau oleh anak-anak. Kapur barus mengandung bahan aktif Naphthalene atau Paradichlorobenzene. Bahan kimia ini juga terdapat dalam pewangi kamar mandi (toilet bowl deodorizer). Kedua bahan kimia tersebut mengeluarkan bau yang kuat dan sulit untuk menghilangkannya.
Selasa, 19 Maret 2013
keistimewaan air
Air merupakan senyawa yang paling berlimpah didalam sistem
hidup dan mencakup 70% atau lebih dari bobot hampir semua bentuk kehidupan air
adalah subsatansi kimia dengan rumus kimia H2O satu molekul air terusun atas
dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air
bersifat tidak berwarna, tidak berwarna dan tidak berbau pada kondisi standar,
yaitu pada tekanan 100 kpa dan temperatur 273,15.
Zat kimia ini merupakan
suatu pelarut yang penting yang meiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat
kimia seperti, garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan macam molekul
organik
Kepentingan biomedis
Air merupakan produk akhir utama dari
metabolisme oksidatif makanan. Air merupakan nukleofil yang sangat baik.
Berfungsi sebagai reaktan dan juga produk dalam berbagai banyak reaksi
metabolik. Dua pertiga jumlah total tubuh kita terdiri dari air
Pengaturan
keseimbangan air bergantung pada mekanisme hipotalamus dalam mengendalikan rasa
haus pada hormon ADH, dan pada retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan
kehilangan evaporatif karena respirai dan perspirsi.
Deplesi air dapat terjadi
akibat penurunan asupan misal dalam keadaan koma atau karena peningkatan
kehilangan cairan. Kelebihan cairan tubuh adalah peningkatan asupan cairan
misal pemberian cairan infus yang berlebihan
Langganan:
Postingan (Atom)